Minggu, 13 Oktober 2013

ETIKA BISNIS




PENGERTIAN ETIKA BISNIS
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.
INDIKATOR ETIKA BISNIS
Kehidupan bisnis modern menurut banyak pengamat cenderung mementingkan keberhasilan material. Menempatkan material pada urutan prioritas utama, dapat mendorong para pelaku bisnis dan masyarakat umum melirik dan menggunakan paradigma dangkal tentang makna dunia bisnis itu sendiri. Sesungguhnya dunia binis tidak sesadis yang dibayangkan orang dan material bukanlah harga mati yang harus diupayakan dengan cara apa yang dan bagaimanapun. Dengan paradigma sempit dapat berkonotasi bahwa bisnis hanya dipandang sebagai sarana meraih pendapatan dan keuntungan uang semata, dengan mengabaikan kepentingan lainnya. Organisasi bisnis dan perusahaan dipandang hanya sekedar mesin dan sarana untuk memaksimalkan keuntungannya dan dengan demikian bisnis semata-mata berperan sebagai jalan untuk menumpuk kekayaan dan bisnis telah menjadi jati diri lebih dari mesin pengganda modal atau kapitalis.
Dari sudut pandang etika, keuntungan bukanlah hal yang baru, bahkan secara moral keuntungan merupakan hal yang baik dan diterima. Alasannya adalah sebagai berikut:
1. Secara moral keuntungan memungkinkan organisasi/perusahaan untuk bertahan dalam kegiatan bisnisnya.
2. Tanpa memperoleh keuntungan tidak ada pemilik modal yang bersedia menanamkan modalnya, dan karena itu berarti tidak akan terjadi aktivitas yang produktif dalam memacu pertumbuhan ekonomi.
3. Keuntungan tidak hanya memungkinkan perusahaan bertahan melainkan dapat menghidupi karyawannya ke arah tingkat hidup yang lebih baik. Keuntungan dapat dipergunakan sebagai pengembangan perusahaan sehingga hal ini akan membuka lapangan kerja baru.
Implementasi etika dalam penyelenggaraan bisnis mengikat setiap personal menurut bidang tugas yang diembannya. Dengak kata lain mengikat manajer, pimpinan unit kerja dan kelembagaan perusahaan. Semua anggota organisasi/perusahaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi harus menjabarkan dan melaksanakan etika bisnis secara konsekuen dan penuh tanggung jawab. Dalam pandangan sempit perusahaan dianggap sudah dianggap melaksanakan etika bisnis bilamana perusahaan yang bersangkutan telah melaksanakan tanggung jawab sosialnya. Dari berbagai pandangan etika bisnis, beberapa indikator yang dapat dipakai untuk menyatakan bahwa seseorang atau perusahaan telah mengimplementasikan etika bisnis antara lain adalah:
1.   Indikator Etika Bisnis menurut ekonomi adalah apabila perusahaan atau pebisnis telah melakukan pengelolaan sumber daya bisnis dan sumber daya alam secara efisien tanpa merugikan masyarakat lain.
2.   Indikator Etika Bisnis menurut peraturan khusus yang berlaku. Berdasarkan indikator ini seseorang pelaku bisnis dikatakan beretika dalam bisnisnya apabila masing-masing pelaku bisnis mematuhi aturan-aturan khusus yang telah disepakati sebelumnya.
3.   Indikator Etika Bisnis menurut hukum. Berdasarkan indikator hukum seseorang atau suatu perusahaan dikatakan telah melaksanakan etika bisnis apabila seseorang pelaku bisnis atau suatu perusahaan telah mematuhi segala norma hukum yang berlaku dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.
4.   Indikator Etika Bisnis berdasarkan ajaran agama. Pelaku bisnis dianggap beretika bilamana dalam pelaksanaan bisnisnya senantiasa merujuk kepada nilai-nilai ajaran agama yang dianutnya.
5.   Indikator Etika Bisnis berdasarkan nilai budaya. Setiap pelaku bisnis baik secara individu maupun kelembagaan telah menyelenggarakan bisnisnya dengan mengakomodasi nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang ada disekitar operasi suatu perusahaan, daerah dan suatu bangsa.
6.   Indikator Etika Bisnis menurut masing-masing individu adalah apabila masing-masing pelaku bisnis bertindak jujur dan tidak mengorbankan integritas pribadinya.
PRINSIP ETIKA BISNIS

PRINSIP - PRINSIP ETIKA BISNIS
Etika bisnis memiliki prinsip-prinsip yang harus ditempuh perusahaan oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya dan harus dijadikan pedoman agar memiliki standar baku yang mencegah timbulnya ketimpangan dalam memandang etika moral sebagai standar kerja atau operasi perusahaan. Muslich (1998: 31-33) mengemukakan prinsip-prinsip etika bisnis sebagai berikut:

Prinsip otonomi
Prinsip otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Atau mengandung arti bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi dan misi yang dimilikinya. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya.

Prinsip kejujuran
Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan perusahaan. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak, baik internal maupun eksternal perusahaan. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan, maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut.Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.

Prinsip tidak berniat jahat
Prinsip ini ada hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu.

Prinsip keadilanPerusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. Contohnya, upah yang adil kepada karywan sesuai kontribusinya, pelayanan yang sama kepada konsumen, dan lain-lain,menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.

Prinsip hormat pada diri sendiri
Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran, tidak berniat jahat dan prinsip keadilan.

Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :

Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.

Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.

Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.
Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.
Biasanya dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang, karena :
* Mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik
intern perusahaan maupun dengan eksternal.
* Mampu meningkatkan motivasi pekerja.
* Melindungi prinsip kebebasan berniaga
* Mampu meningkatkan keunggulan bersaing.
Tidak bisa dipungkiri, tindakan yang tidak etis yang dilakukan oleh perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra .

Namun, dalam etika bisnis ada prinsip-prinsip yang dinilai Adiwarman Karim, Presiden Direktur Karim Business Consulting, seharusnya jangan dilanggar, yaitu :
* Kejujuran Banyak orang beranggapan bisnis merupakan kegiatan tipu-menipu demi
mendapat keuntungan. Ini jelas keliru. Sesungguhnya kejujuran merupakan salah satu
kunci keberhasilan berbisnis. Bahkan, termasuk unsur penting untuk bertahan di
tengah persaingan bisnis.
* Keadilan - Perlakukan setiap orang sesuai haknya. Misalnya, berikan upah kepada
karyawan sesuai standar serta jangan pelit memberi bonus saat perusahaan
mendapatkan keuntungan lebih. Terapkan juga keadilan saat menentukan harga,misalnya
dengan tidak mengambil untung yang merugikan konsumen.
* Rendah Hati - Jangan lakukan bisnis dengan kesombongan. Misalnya, dalam
mempromosikan produk dengan cara berlebihan, apalagi sampai menjatuhkan produk
bersaing, entah melalui gambar maupun tulisan. Pada akhirnya, konsumen memiliki
kemampuan untuk melakukan penilaian atas kredibilitas sebuah poduk/jasa. Apalagi,
tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa sesuatu yang terlihat atau terdengar
terlalu sempurna, pada kenyataannya justru sering kali terbukti buruk.
* Simpatik - Kelola emosi. Tampilkan wajah ramah dan simpatik. Bukan hanya di depan
klien atau konsumen anda, tetapi juga di hadapan orang-orang yang mendukung bisnis
anda, seperti karyawan, sekretaris dan lain-lain.
* Kecerdasan - Diperlukan kecerdasan atau kepandaian untuk menjalankan strategi
bisnis sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku, sehingga menghasilkan
keuntungan yang memadai. Dengan kecerdasan pula seorang pebisnis mampu mewaspadai
dan menghindari berbagai macam bentuk kejahatan non-etis yang mungkin dilancarkan
oleh lawan-lawan bisnisnya.
* Lakukan dengan cara yang baik, lebih baik atau dipandang baik Sebagai pebisnis,
anda jangan mematok diri pada aturan-aturan yang berlaku. Perhatikan juga norma,
budaya atau agama di tempat anda membuka bisnis. Suatu cara yang dianggap baik di
suatu Negara atau daerah, belum tentu cocok dan sesuai untuk di terapkan di Negara
atau daerah lain. Hal ini penting kalau ingin usaha berjalan tanpa ada gangguan.

Jumat, 28 Juni 2013

Resensi film

CATATAN SI BOY 1 : KU GADAIKAN CINTAKU



JUDUL FILM                        : CATATAN SI BOY ; KU GADAIKAN CINTAKU
SUTRADARA                       : NASRI CHEPPY
PRODUSER                          : SUDWIKATMONO, R SOENARSO, SUDARKO
CERITA                                  : MARWAN ALKATIRI
SKENARIO                           : MARWAN ALKATIRI
MUSIK                                  : DODO ZAKARIA
PRODUKSI                           :  PT.  BOLA DUNIA FILM
TAHUN PRODUKSI           : 1987
JENIS                                     : FILM DRAMA
 PEMAIN                              : ONKY ALEXANDER, MERIAM BELLINA, AYU AZHARI, LEROY OSMANI, NANI WIJAYA, KAHARUDDIN SYAH, IDA KUSUMAH, GOMBLOH, DIDI PETET, DEDE YUSUF , FARAHDINA

SINOPSIS :

Boy (Onky Alexander) seorang mahasiswa yang tajir namun alim menjadi favorit bagi mahasiswi-mahasiswi di kampusnya. Termasuk juga dengan Nuke (Ayu Azhari) yang menjadi pacarnya. Namun sayang hubungan Boy dan Nuke tidak di restui oleh orang tua Nuke. Sehingga untuk memisahkan keduanya, orang tua Nuke memisahkan mereka. Nuke di pindahkan ketempat yang tidak di ketahui oleh Boy.  Ia di pindahin kuliah ke London. Kepergian Nuke membuat Boy selalu teringat padanya, namun Andy (Dede Yusuf) sahabat dekat Boy selalu mensupportnya.

Adalah Vera (Meriam bellina) seorang mahasiswi baru yang baru datang dari Luar negeri yang berhasil memikat hati Boy. Di kampusnya, Boy memang menjadi incaran para mahasiswi termasuk senior Vera, Ocha (Farahdina) sehingga ketika Vera berhasil memikat Boy, hati vera menjadi panas. Keduanya pun sempat adu jotos antar perempuan. Singkat cerita, Boy dan Vera pun berpacaran. Hingga suatu ketika Boy menjemput Vera kerumahnya dan bertemu dengan Jefry (Leroy Osmani) mantan pacar Vera ketika masih di Los Angeles.  Kedatangan Boy membuat Jefry yang sudah terlebih dahulu sampai di rumah Vera tidak senang. Selepas Boy dan Vera pergi, Jefry segera membuntutinya. Dan hampir saja terjadi adu jotos di jalanan. Boy menyatakan ketidak sukaannya pada Jefry jika ia berbuat macam-macam. Namun perkelahian keduanya berhasil di lerai oleh Vera.  Tidak berhenti sampai disitu, Jefry juga membuntuti Boy ketika sedang berada di diskotik. Alhasil keduanya pun berantem di toilet. Jefry kalah. 

****

Meski Nuke telah lama meninggalkan Boy, namun sekali waktu ia masih mengingatnya. Sedangkan Vera yang pernah tinggal di LA menganggap kalau Boy sudah menjadi pacarnya adalah sudah menjadi miliknya sehingga apapun perbuatan yang akan dilakukannya adalah sah termasuk berhubungan seks. Namun sayang Boy masih menjunjung tinggi prinsip.  Boy menolak. Hal ini membuat Vera kecewa dan menganggap orang Melayu kampungan dan ingin kembali ke LA. Hubungan Boy dan Vera menjadi kurang baik.

Di lain pihak, Jefry masih menaruh dendam pada boy dan mengundangnya untuk bertemu untuk berkelahi. Namun sayang, Jefry tidak bersikap fair. Ia mengajak teman-temannya untuk mengeroyok Boy. Menghadapi teman-teman Jefry, Boy yang seorang diri akhirnya harus terkapar dan terluka. Akibat dari hal ini, membuat Andy teman sekarib Boy merasa solider dan perlu membalas dendam pada Jefry. Tanpa sepengetahuan boy, akhirnya Andy dan kawan-kawan mencegat mobil Jefry yang sedang lewat untuk di bawa kesebuah tempat. Namun aksi ini berhasil di ketahui oleh Emon (Didi Petet) yang segera heboh karena melihat Andy membawa Jefri. Emon yang bersifat seperti perempuan segera menelpon Boy untuk memberitahukan perkelahian yang dilakukan oleh Andy. Segeralah Boy meluncur ketempat dimana ditunjukkan oleh Emon. Sementara itu Andy terus menghajar Jefry hingga babak belur.

Kedatangan Boy sudah terlambat untuk menghentikan perkelahian, karena Jefry sudah tidak berdaya, namun dengan gentle Boy meminta maaf dan menyatakan kalau itu bukan tindakannya namun tindakan teman-teman yang solider. 

Di akhir kisah Vera mencoba berhubungan kembali dengan Jefry, namun sayang ia selalu ingat dengan Boy. Namun sayang, Boy menganggap kalau hubungan mereka itu berbeda. Apalagi setelah kedatangan Nuke kembali, membuat  Nuke dan Boy kembali menyatu meski harus backstreet untuk pacaran.

Senin, 06 Mei 2013

Proposal



BAB I
PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang Masalah
Dalam masyarakat modern, persaingan dalam dunia usaha di Indonesia semakin ketat sebagaimana seperti yang terlihat pada perusahaan-perusahaan, baik itu perusahaan Pemerintah maupun perusahaan Asing didalam mendapatkan sumber dananya dengan cara memberikan pelayanan yang memuaskan pada konsumen. Akibat dari persaingan ini, maka memaksa perusahaan untuk bertindak lebih efisien dan efektif didalam menjalankan usahanya agar kelangsungan perusahaan di masa mendatang lebih terjamin.
Seperti yang kita ketahui bahwa tuntutan perkembangan yang ada mendesak perusahaan untuk menggunakan metode-metode kerja baru, perangkat-perangkat baru serta pelayanan-pelayanan baru. Pengembangan struktur bisnis di kalangan para pengusaha yang melihat celah / peluang bisnis langsung dimaanfaatkan secara maksimal mungkin untuk menggarap peluang bisnis tersebut.
Perubahan dari yang lama menuju yang baru seperti sekarang ini, tidak boleh tidak dilaksanakan agar perusahaan dapat berkesinambungan. Agar semua perubahan itu dapat berjalan mulus dalam perusahaan tanpa menimbulkan gejolak, yang terlibat dalam melaksanakan perubahan tersebut perlu pula dirubah, dalam arti ditingkatkan pengetahuannya, kemampuan dan ketrampilannya, sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan program perubahan itu sendiri. Dengan demikian, dalam program-program pengembangan, suatu perusahaan jangan sampai tidak mengikutsertakan peningkatan teknologi yang makin berkembang saat ini.  
Oleh sebab itu, memberikan kesempatan mengandalkan peluang bisnis dengan teknologi yang semakin berkembang saat ini harus didukung oleh tenaga - tenaga ahli yang dapat mengendalikan kerja kinerja mesin atau teknologi yang dimanfaatkan oleh pihak perusahaan yang dapat meningkatkan prestasi kerja mereka untuk dapat lebih bekerja dengan lebih efektif dan efisien, sehingga apa yang menjadi tujuan perusahaan dapat tercapai dan terpenuhi.
Selama dalam pengembangan para tenaga ahli yang berkerja dibidang yang dituju untuk menyukseskan peluang bisnis yang sudah menjadi fokus kerja para usahawan yang teropsesi untuk mengendalikan bisnis dikalangan para pengguna khususnya pengguna jalan TOL maka terus dikembangkan peluang bisnis elektronik TOL agar para pelanggan yang menikmati jalan TOL dipermudah mengaksesnya, alasan pihak PT. Jasa Marga bekerjasama dengan pihak PT. Bank Mandiri untuk membuka sistem GTO ( Gerbang Tol Otomatis ) agar permasalahan kemacetan di gerbang Tol dapat diselesaikan dengan cara pembayaran yang efisien, maka dari itu diluncurkan terobosan baru e-Toll card tersebut.
Berdasarkan alasan tersebut di atas, penulis akan membahas dan mengupas mengenai : “PENGARUH PELAKSANAAN PROGRAM E-TOLL CARD SERTA KEMUDAHAN MENGAKSES TRANSAKSI PEMBAYARAN TOL ”

1.2.Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
         Dalam Penelitian Ilmiah ini, Penulis akan merumuskan berbagai macam masalah yang timbul dari kajian ilmiah mengenai e-Toll card ini, sebagai berikut;     
Seberapa besar pengaruh pelaksanaan program e-Toll card terhadap para penggunanya ?
         Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa penggunaan e-Toll card yang ada didalam akses publik yang sering dimanfaatkan oleh para pengendara roda 4 agar perjalanan lebih simpel dan cepat pasti akan menggunakan akses tol yang tersebar dan membelah jalan-jalan ibukota yang ada di Indonesia, otomatis peluang bisnis ini sangat menjanjikan dan menghasilkan program kinerja yang baik bagi kelangsungan dan kemudahan para penggunanya .
         Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka penulis membatasi pembahasan masalah pada program e-Toll card serta kemudahan megakses transaksi pembayaran tol. khususnya para pengguna yg memliki e-Toll card yang berdomisili di Bekasi dengan mengkaji para responden sebanyak  100 orang.
1.3.               Tujuan Penelitian
Tujuan diadakan penelitian ini diantaranya :
·         Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh e-Toll card yang berdomisili di bekasi.
·         Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program e-Toll card yang bermanfaat bagi para masyarakat yang belum mengenal apa itu e-Toll card.
·         Untuk mengetahui bagaimana prestasi kinerja yang dikeluarkan oleh pihak pebisnis yang mencetuskan ide e-Toll card yang mulai membuming di kalangan para pengguna jalan Tol .
·         Untuk mengetahui bagaimana kemudahan yang diperoleh oleh para pegguna jalan Tol yang menggunakan e-Toll card kebanding para pengguna jalan tol yang reguler.
·         Untuk mengetahui dijalan Tol mana sajakah pengaksesan e-Toll card dapat dilakukan.
·         Untuk mengetahui cara penutupan atau pemblokiran e-Toll card.
·         Untuk mengetahui keuntungan apa sajakah yang diperoleh sebagai pengguna e-Toll card.

1.4.        Manfaat Penelitian
Manfaat hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut :
1.4.1.     Bagi Penulis
1.      Dapat menambah pengetahuan dan dapat membandingkan antara pengguna e-Toll card dengan pengguna yang tidak menggunakannya.
1.4.2.         Bagi Perusahaan dan Peneliti Selanjutnya
1           Sebagai bahan masukan dan pertimbangan pengelola PT Jasa Marga yang mengelola jasa Tol dan mencetuskan program e-Toll card.
2           Hasil penelitian ini diharapkan sebagai bahan masukkan untuk penelitian selanjutnya sehubungan dengan program e-Toll card yang mulai di minati oleh para pengguna ruas jalan Tol.


1.5.      Metode Penelitian
            Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian asosiatif hubungan kausal. Metode penelitian asosiatif dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui terdapat hubungan yang bersifat sebab akibat dimana terdapat variabel mempengaruhi (independent) dan variabel dipengaruhi (dependent).


1.5.1.     Objek Penelitian
Di dalam penelitian ini yang menjadi obyek penelitian adalah para pemilik e-Toll card yang berdomisili di wilayah Bekasi. Waktu penelitian di mulai dari awal bulan April 2013 sampai dengan selesai.



1.5.2.     Data / Variabel yang digunakan
Data yang diambil adalah Primer dan Skunder. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sesuatu yang akan menjadi obyek pengamatan dalam penelitian. Adapun variabel yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini terdiri dari variabel:
1.      Definisi naratif
·         Definisi Variabel Bebas (Independent variable) :
Variabel bebas (x) adalah variabel yang dapat berdiri sendiri dan tidak dapat dipengaruhi oleh variabel lainnya. Variabel bebas juga merupakan variabel yang mempengaruhi atau variabel yang menjadi sebab timbulnya variabel terikat. Di dalam Penelitian Ilmiah ini Variabel X nya adalah Program pemanfaatan e-Toll card .
·         Definisi Variabel Terikat (Dependent variable) :
Variabel terikat (y) adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel terikat merupakan variabel yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Di dalam Penelitian Ilmiah ini Variabel Y nya adalah Dampak yang terjadi setelah mengunakan e-Toll card.








1.5.3.   Metode Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode survei dengan menggunakan kuesioner sebagai data primer dan menggunakan dokumentasi sebagai data skunder.


·         Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari objek yang akan diteliti antara lain melalui:
1.      Kuesioner
2.      Wawancara
·         Data Skunder

 
Yaitu mempelajari beberapa yang berhubungan dengan penulisan ilmiah ini dan dari beberapa referensi surat kabar, majalah dan buku catatan selama perkuliahan serta bahan-bahan yang terdapat di perpustakaan yang dapat mendukung penulisan ilmiah ini.

1.5.4.   Hipotesis
         Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara yang mungkin benar atau mungkin salah. Berdasarkan kerangka pemikiran diatas dan jenis hipotesis yang digunakan, maka penulis menyimpulkan anggapan sementara yang dirumuskan secara statistik sebagai berikut :
Ho   :     Tidak ada pengaruh antara pelaksanaan program e-Toll card serta kemudahan mengakses transaksi pembayaran tol .
Ha   :     Terdapat pengaruh antara pelaksanaan program e-Toll card serta kemudahan mengakses transaksi pembayaran tol.
1.5.5.   Alat Analisis yang digunakan
         Dalam menganalisis pengaruh pelaksanaan program e-Toll card serta kemudahan mengakses pemayaran tol, metode analisis yang digunakan adalah sebagai berikut :
1.      Uji Kualitas Data
Uji kualitas data dalam penelitian ini menggunakan dua konsep di antaranya adalah sebagai berikut :
·          Validitas
·          Reliabilitas
2.      Analisis Regresi Linier Sederhana
3.      Analisis Koefisien Korelasi
4.      Uji Hipotesis
5.      Analisis Koefisien Determinasi


Puisi tentang layang - layang



Layang – layang

Bermodal gulungan benang dan segumpal senyuman
Aku berlari bersama teman-teman.
Menjejakkan kaki ditanah lapang....
Hati ini bener-benar riang.

Tangan ini menari-nari.... 
Mengikuti layang-layang yang semakin meninggi.
Tak terasa lelah dikaki......
Terhapus oleh senangnya hati.

Sorepun menghampiri....
Waktunya layang-layangku menepi
Berkemas untuk menyambut esok hari....
Kan kuterbangkan lagi layang-layangku semakin tinggi

PUISI ISLAMI

Ya habibi...
Izinkanlah sulam cinta ini bersemayam dilubuk hatimu
Biarkan abadi selama nafas masih terasa
Biarkan bersemi selama denyut nadi masih berdetak
Ya habibi...
Izinkanlah merpati cinta ini ada dihatimu
Dan menetap dijiwamu selamanya
Karena sampai saat ini
Aku tak sanggup membiarkannya terbang bebas
Mengejar cinta yang lain
Ya habibi...
Izinkanlah aku memohon 1 hal darimu
Bicaralah... Agar aku tahu
Kebisuanmu membuat rusukku rapuh
Membuat jiwaku gugur
Membuat air mataku tak kunjung surut
Kamu berbeda...
Kamu yang dulu selalu berkata tanpa diminta
Selalu memberi tanpa isyarat
Selalu menyayangi tanpa letih
Ya habibi...
Sebelum akhirnya cinta ini benar-benar retak karenamu
Satu kata dariku dan fahamilah...
“Antumul Yauma Laisa Bil Amsi”

LAPORAN

Pengertian Laporan
Laporan mempunyai peranan yang penting pada suatu organisasi karena dalam suatu organisasi dimana hubungan antara atasan dan bawahan merupakan bagian dari keberhasilan organisasi tersebut. Dengan adanya hubungan antara perseorangan dalam suatu organisasi baik yang berupa hubungan antara atasan dan bawahan, ataupun antara sesama karyawan yang terjalin baik maka akan bisa mewujudkan suatu sistem delegation of authority dan pertanggungjawaban akan terlaksana secara effektif dan efisien dalam organisasi.
  
Pengertian laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan, pada dasarnya fakta yang disajikan itu berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si pelapor. Fakta yang disajikan merupakan bahan atau keterangan berdasarkan keadaan objektif yang dialami sendiri oleh si pelapor (dilihat, didengar, atau dirasakan sendiri) ketika si pelapor melakukan suatu kegiatan.
Dalam pembuatan suatu laporan formal, bahasa yang digunakan haruslah bahasa yang baik, jelas dan teratur. Bahasa yang baik tidak berarti bahwa laporan itu mempergunakan gaya bahasa yang penuh hiasan, melainkan dari segi sintaksis bahasanya teratur, jelas memperlihatkan hubungan yang baik antara satu kata dengan kata yang lain dan antara satu kalimat dengan kalimat lain. Penggunaan kata ganti orang pertama dan kedua harus dihindari, kecuali penggunaan kata ”kami” bila yang menyampaikan laporan adalah suatu badan atau suatu tugas.
A. Prinsip – prinsip Penulisan laporan
Laporan pada dasarnya adalah alat komunikasi juga. Supaya dapat digunakan sebagai alat komunikasi yang efektif, sebuah laporan harus memenuhi syarat–syarat berikut ini.
1. Lengkap
Artinya data dan fakta yang ada dalam laporan harus lengkap
2. Jelas
Sebuah laporan disebut jelas bila uraian dalam laporan tidak memberi peluang ditafsirkan secara berbeda oleh pembaca yang berbeda. Ini dapat dicapai bila bahasa yang digunakan benar dan komunikatif
3. Benar / akurat
Data dan fakta yang salah dapat menuntun pembaca membuat suatu keputusan yang salah. Jadi kebenaran dan keakuratan isi laporan sangat diperlukan.
4. Sistematis
Laporan harus diorganisasikan sedemikian rupa, dengan system pengkodean yang teratur, sehingga mudah dibaca dan diikuti oleh pembaca. Laporan yang sistematis juga menunjang unsur kejelasan yang sudah diciptakan oleh unsur – unsur bahasa.
5. Objektif
Penulis laporan tidak boleh memasukkan selera pribadi ke dalam laporannya. Pelapor harus bersikap netral dan memakai ukuran umum dalam minilai sesuatu.
6. Tepat waktu
Ketepatan waktu mutlak diperlukan, karena keterlambatan laporan bisa mengakibatkan keterlambatan pengambilan keputusan.
B. Jenis Laporan
Laporan dapat digolongkan menurut :
1. Maksud pelaporan
    Laporan informativ, yaitu laporan yang dimaksudkan untuk memberi informasi dan bukan dimaksudkan untuk memberi analisis atau rekomendasi. Titik pentingnya adalah pemberian informasi yang akurat dan terinci.
    Laporan rekomendasi, yaitu laporan yang di samping memberikan informasi juga menyertakan pendapat si pelapor, dengan maksud memberikan rekomendsasi (usul yang tidak mengikat). Meski demikian akurasi dan rincian informasi tetap diperlukan supaya rekomendasi yang diberikan juga meyakinkan.
    Laporan analitis, yaitu laporan yang memuat sumbangan pikiran si pelapor, bisa berupa pendapat atau saran, setelah melalui analitis yang matang dan mendalam. Kebanyakan laporan akademis berada pada kategori ini.
    Laporan Pertanggungjawaban, di mana si pelapor memberi gambaran tentang pekerjaan yang sedang dilaksanakan (Progress report) atau sudah dilaksanakan (bersifat evaluatif).
    Laporan Kelayakan (feasibility report). Pelapor menganalisis suatu situasi atau masalah secara mendalam untuk menuju penilaian yang bersifat pilihan: layak atau tidak. Berbagai alternative dinanalisis, kemudian ditentukan mana yang lebih baik.
2. Bentuk Laporan
    Laporan berbentuk Memo; Biasanya laporan pendek yang memuat hal – hal pokok saja, dan beredar di kalangan intern organisasi.
    Laporan berbentuk Surat; Isinya lebih panjang daripada laporan yang berbentuk memo, sekitar tiga lembar folio. Bisa ditujukan ke luar organisasi.
    Laporan berbentuk naskah; Laporan ini bisa panjang atau pendek. Bila panjang dibuat dalam format buku, dan dalam penyampaiannya mutlak diperlukan surat atau memo pengantar.
    Laporan berbentuk Campuran; Laporan ini tidak lain gabungan antara bentuk naskah dengan memo atau surat. Dibuat begini karena isinya cukup kompleks sehingga harus dipadukan dengan bentuk naskah agar pengkodean bagian – baiannya lebih mudah dilakukan.
    Laporan berbentuk formulir.
    Laporan berbentuk buku.
3. Waktu Penyampaian
    Laporan Insidental; Laporan ini tidak disampaikan secara rutin, hanya sekali- sekali saja dalam rangka suatu kegiatan yang tidak terjadwal tetap.
    Laporan Periodik; Ditulis dalam suatu periode tertentu dan dinamai sesuai periodenya pula. Contoh: Laporan harian, Mingguan, Bulanan dan seterusnya.      
sumber:
http://nista-maja.blogspot.com/2011/05/laporan.html